Makanan Yang Dilarang Bagi Penderita Miom (Pantangan Makanan Penyakit Miom)

Makanan Yang Dilarang Bagi Penderita Miom (Pantangan Makanan Penyakit Miom) >> Berikut Adalah Informasi Pantangan Makanan Bagi Pengidap Penyakit Miom!.

Makanan Yang Dilarang Bagi Penderita Miom (Pantangan Makanan Penyakit Miom)

Kunci keberhasilan pengobatan penyakit miom selain dengan minum obat secara teratur adalah dengan menjaga pola makan dengan menghindari pantangan makanan yang dapat memicu penyakit miom semakin parah, karena ada beberapa jenis makanan yang ternyata adalah sumber makanan penyakit miom, sehingga dapat memicu penyakit miom semakin membesar. Berikut adalah makanan yang dilarang bagi penderita miom:
  1. Makanan Berminyak Tinggi
    Makanan berminyak tinggi tidak boleh dikonsumsi oleh penderita miom. Karena makanan berminyak tinggi atau lemak jenuh dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh, yang memungkinkan miom tumbuh semakin cepat dan besar.
    Lemak jenuh juga sangat sulit di proses di organ hati, sehingga tubuh kesulitan untuk memecah dan membersihkan diri dari kelebihan hormon. Contoh pantangan makanan yang mengandung lemak jenuh adalah: daging, sosis, kuning telur, alpukat dan makanan ringan seperti kue.
  2. Daging Merah
    Salah satu pantangan makanan bagi pengidap miom adalah Daging merah dari mamalia dan bebek tidak dianjurkan bagi mereka yang menderita miom. Karena mengandung lemak jenuh yang tinggi, yang dapat meningkatkan kadar estrogen.
    Contoh dari daging merah adalah: sapi, kerbau, kambing, domba, dan bebek.  Untuk pengganti daging merah, Anda dapat konsumsi ayam tanpa lemak dan ikan sebagai sumber protein harian.
  3. Susu Full Cream Dengan Kandungan Lemak Tinggi
    Wanita yang mengidap miom sangat dianjurkan untuk membatasi konsumsi produk susu tinggi lemak, seperti susu full cream dan mentega. Karena semakin sering Anda mengkonsumsi susu tinggi lemak, maka akan semakin cepat miom Anda untuk membesar.
  4. Makanan dan Minuman Yang Berkafein
    Minuman yang mengandung kafein adalah pantangan minuman bagi penderita miom selanjutnya. William E. Richardson seorang profesor dari Atlanta Clinic of Preventive Medicine memperingatkan pasien miom terhadap minuman berkafein. Karena mengandung senyawa metilxantin yang dapat meningkatkan pertumbuhan miom.
    Contoh makanan dan minuman berkafein yang harus dihindari adalah kopi, teh, cokelat, dan minuman energi.
  5. Makanan yang Terlalu Asin
    Pantangan makanan penderita miom selanjutnya adalah makanan yang terlalu asin, karena dapat mengganggu fungsi hati. Hati adalah organ yang paling bertanggung jawab untuk mengeluarkan racun dan menyeimbangkan hormon.
    Jika hormon tidak seimbang, maka bisa menyebabkan miom membesar, atau bahkan munculnya miom baru. Makanan yang terlalu asin yang harus dihindari seperti, makanan kaleng, kacang panggang, pretzel, acar, dan ikan asin, dll.
  6. Produk Yang Berbahan Dari Kedelai
    Tahu dan semua produk dari kedelai lainnya adalah pantangan makanan penderita miom berikutnya yang harus Anda hindari. Karena kedelai mengandung banyak hormon estrogen, yang akan membuat miom semakin membesar.
  7. Makanan Cepat Saji
    Bagi para penderita miom yang mengalami siklus menstruasi mengerikan, dimana pendarahan berat menghabiskan semua energi Anda, maka jangan sekali-kali mengkonsumsi makanan cepat saji (Fast Food). Karena itu akan semakin memperburuk gejala yang ada.
    Jadi sebisa mungkin untuk mengkonsumsi makanan yang di masak sendiri, jika memungkinan pilihlah makanan organik yang bebas dari tambahan kimia dan hormon buatan.
    Itulah ke delapan pantangan makanan dan minuman bagi penderita miom yang harus dihindari, jika tidak ingin memperparah kondisi penyakit miom Anda.
Nah itu dia beberapa pantangan Makanan Yang Dilarang Bagi Penderita Miom (Pantangan Makanan Penyakit Miom), semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi Anda.

Tanda Gejala Penyakit Miom Menyerang Rahim

Tanda Gejala Penyakit Miom Menyerang Rahim, Berikut Adalah Tanda Gejala Yang Perlu Anda Waspadai Ketika Miom Menyerang Rahim!

Tanda Gejala Penyakit Miom Menyerang Rahim

Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan bahwa 20 hingga 30 persen wanita di seluruh dunia terkena masalah miom pada rahimnya. Di Indonesia sendiri, setidaknya 2,39 hingga 11,7 persen pasien masalah ginekologi yang dirawat di rumah sakit ternyata menderita masalah miom ini.
Hal in berarti, kaum hawa cukup beresiko untuk terkena masalah kesehatan ini. Sebenarnya, seperti apakah yang dimaksud dengan penyakit miom atau juga yang disebut sebagai mioma rahim ini?
Dilansir dari pakar kesehatan menyebutkan bahwa miom ternyata adalah tumor jinak yang muncul pada otot polos rahim. Biasanya, tumor jinak ini memiliki ukuran tidak lebih dari 15 cm. Hanya saja, dalam beberapa kasus yang jarang, tumor ini bisa berkembang hingga ukuran yang sangat besar. Tercatat, pernah ada miom yang mencapai 45 kg!.

Tanda Gejala Penyakit Miom Menyerang Rahim

Salah satu tanda dari masalah miom yang sebaiknya diwaspadai oleh kaum hawa adalah haid yang terus-menerus tanpa henti atau dalam dunia medis disebut sebagai menoragia. Menurut pakar kesehatan, 20 hingga 30 persen kasus haid yang tak kunjung berhenti memang disebabkan oleh miom, sisanya disebabkan oleh polip, endometriosis, dan masalah kesehatan lainnya.
Hingga sekarang, pakar kesehatan belum menemukan alasan mengapa miom bisa menyebabkan haid tidak kunjung berhenti. Namun, ada teori yang menyebutkan bahwa miom bisa menurunkan kontraksi pada otot rahim, membuat permukaan dinding rahim menjadi semakin luas sekaligus membuat pembuluh darahnya melebar dan menyebabkan pendarahan terus-menerus. Hanya saja, belum ada penelitian yang benar-benar secara pasti memastikan teori ini benar atau tidak.
Tak hanya haid yang tak kunjung berhenti, kaum hawa bisa merasakan efek buruk berupa tubuh yang semakin lemas. Selain itu, karena adanya tekanan dari tumor pada kantung kemih, kaum hawa juga kesulitan untuk menahan air kecilnya.
Jika anda mengalami gejala-gejala tersebut, ada baiknya segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter agar bisa dipastikan apakah terkena masalah miom atau tidak. Jika memang benar, diharapkan anda bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat untuk mengobatinya sebelum menyebabkan gangguan kesuburan.
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:

Kategori

Kategori